Kamis, 14 November 2013

Mendengarkan kisah

   Kisah Seekor Kerbau dan Ular
     Di sebuah sawah terlihat seorang anak laki-laki sedang membajak. Ia membajak dengan menggunakan kerbau yang berbadan besar dan kuat. Jika kerbau itu mulai malas melakukan pekerjaannya, si anak memecut badannya dengan keras. Kerbau meringis kesakitan, tetapi tak berdaya. Ia tak bisa melawan anak itu dan terus menyelesaikan pekerjaannya.
      Tak jauh dari tempat itu terlihat seekor ular yang sedang memperhatikan kerbau dan anak laki-laki itu. Ia amat kesal kepada kerbau yang berbadan besar tetapi bodoh. Dalam hati ular berkata," Alangkah bodohnya kerbau. Badannya saja yang besar dan kuat, tetapi tak berani melawan anak kecil itu. Kerbau mau saja disuruh bekerja berat dan disakiti."
          Tak lama kemudian anak laki-laki itu beristirahat. Kerbau pun beristirahat sambil memakan rumput. Ular pun merayap mendekati kerbau.
     "Hai, kerbau, kamu binatang yang bodoh. Badanmu saja yang besar dan kuat, tetapi kalah dengan manusia yang kecil dan lemah," kata ular dengan kesal.
     "Hai, ular dengar perkataanku. Manusia walaupun kecil, tetapi lebih pintar dan punya kekuatan. Manusia itu memiliki akal sehingga ia dapat melakukan apa saja dengan akalnya," jawab kerbau.
    "Ah, kamu sok tahu kerbau. Lihat saja, jika manusia berani padaku maka aku akan melilit dan menggigitnya. Akan kubuktikan nanti," kata ular sambil meninggalkan kerbau.
    "Coba kamu buktikan kalau kamu berani," tantang kerbau.
    Ularpun merayap mendekati anak laki-laki yang sedang duduk beristirahat dibawah pohon. Melihat ada seekor ular merayap mendekatinya, anak laki-laki itupun bergegas berdiri dan secepat kilat mengambil kayu yang kebetulan ada didekatnya. Ular berusaha menggigit anak laki-laki itu, tetapi tak berhasil. Ular bertambah marah dan terus mengejar anak laki-laki itu. Melihat ular yang berusaha menyerangnya, anak laki-laki itu pun memukul kepala ular dengan kayu. Ular berusaha melawan dan ingin melilit anak laki-laki itu, tetapi tak berhasil. Anak laki-laki itu kembali memukul kepala ular dengan keras. Ular pun tak berdaya dan dimasukkan ke dalam karung.
         Melihat kejadian tersebut, kerbau amat gembira. Ia tertawa terbahak-bahak. Ia menertawakan kesombongan ular. Pada akhirnya kerbau berhasil membuktikan perkataannya bahwa manusia itu walaupun kecil tetapi punya kekuatan dan akal.


MENGENANG Benyamin Suaeb



    Seniman Benyamin Suaeb dilahirkan ke dunia pada tahun 1939. Tokoh penuh talenta ini dikenal sebagai aktor, musisi, sekaligus pelawak handal. Musik-musik karya Benyamin terdiri dari beragam genre, mulai dari pop, blues, bahkan jazz. Benyamin bahkan pernah berkolaborasi dengan beberapa musisi jazz seperti Jack Lesmana dan Bill Saragih.
  Wujud apresiasi terhadap karya  Benyamin tertuang pada acara Java Jazz Festifal 2012 senin malam. Para musisi muda bergantian membawakan lagu-lagu sang legenda dengan aransemen baru yang tentusaja, jazzy. Liri lagu Benyamin yang sederhana tampil anggun dalam konser "Benyamin on jazz - Tribute To The Legend" yang berlangsung di stage 1 Kementrian Pariwisata, jalan Expo, Kemayoran.
     Komposer sekaligus gitaris, Indra Aryadi mengatakan bahwa semangat dan pemikiran Benyamin harus tetap disebarkan pada masa sekarang melalui media musik. Kharisna Balagita, Indonesia Youth Generation, Demas Narawangsa dan sederet musisi lainnya mengenang Benyamin dengan caranya masing-masing. Penampilan setiap musisipun tidak lantas pudar walaupun membawakan lagu-lagu Benyamin yang berkarakter kuat, keseriusan dibalut ekspresi jenaka sekaligus improvasi yang tepat. Pada akhirnya sesi ini menjadi ajang kontemplasi untuk para musisi, maupun mereka yang ingin mengenal lebih jauh dengan sang legenda. Tokoh yang tutup usia pada 5 september 1995 akan tetap hidup di hati rakyat ini. "Hanya ada satu manusia seperti Benyamin. Dia adalah penghibur sejati." ujar Hara, salah satu penggemar kepada Republika, senin(05/03)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar